Sunday 11 December 2011

Sifat Api Neraka dan Ahlinya


Abul-Laits meriwayatkan dengan sanatnya dari Abu Hurairah r.a berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud : "Api Neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga hitam gelap, bagaikan malam gelap kelam."

Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud : " Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli Neraka iaitu seorang yang bersandal (selipar) dari api Neraka, dan dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah di telinganya ada api, dan giginya berapi dan di bibirnya ada wap api, dan keluar ususnya dari bawah kakinya, bahkan ia merasa bahawa dialah yang terberat siksanya dari semua ahli Neraka, padahal ia sangat ringan siksanya dari semua ahli Neraka."

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik r.a. berkata : "Jibril datang kepada Nabi s.a.w. pada saat yang tiada biasa datang dalam keadaan yang berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi s.a.w. :
'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'

Jawabnya :
'Ya Muhammad aku datang kepadamu pada sa'at di mana Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api Neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahawa Neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripada nya.'

Lalu Nabi s.a.w. bersabda :
'Ya Jibril jelaskan kepadaku sifat Jahannam!'

Jawabnya,
'Ya ketika Allah menjadikan Jahannam maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli Neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut Allah dalam al-Qur'an itu diletakkan di atas bukit nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ketujuh.'

'Demi Allah yang mengutusmu dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa nescaya akan terbakar orang-orang yang dihujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasan besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potong-potongan api. Api Neraka itu ada mempunyai TUJUH pintu, tiap-tiap pintu ada bahagian yang tertentu dari orang lelaki dan perempuan.'

Nabi s.a.w. bertanya :
'Apakah pintu-pintu bagaikan pintu-pintu rumah-rumah kami?'

Jawabnya :
" Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya dari bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain tujuh puluh kali lipat ganda, maka digiring ke sana musuh-musuh Allah sehingga bila telah sampai ke pintunya disambut oleh Malaikat-malaikat Zabaniyah dengan rantai dan belenggu, maka rantai itu di masukkan ke dalam mulut mereka hingga tembus ke dubur, dan diikat tangan kirinya ke lehernya, sedang tangan kanannya dimasukkan dalam dada dan tembus ke bahunya, dan tiap manusia diganding dengan syaitannya lalu diseret tersungkur mukanya sampai dipukul oleh para Malaikat dengan pukul besi, tiap mereka ingin keluar kerana sangat risau maka ditanam ke dalamnya"

Kemudian Nabi s.a.w bertanya :
'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'

Jawabnya :
'Pintu yang terbawah (pertama) untuk orang-orang Munafik, dan orang-orang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Alhawiyah.

Pintu kedua, tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim.

Pintu ketiga, tempat orang-orang Shobi'in bernama Saqar.

Pintu keempat, tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama Ladha.

Pintu kelima, orang Yahudi bernama Huthomah.

Pintu keenam, tempat orang Kristian (Nashara) bernama Sa'ier.

Kemudian Nabi s.a.w. tanya :
"Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh?'

Jawabnya :
'Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari umatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat'.

Maka Nabi s.a.w jatuh pingsan ketiaka mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi s.a.w di pangkuan Jibril sehingga sedar kembali, dan ketika sudah sadar Nabi s.a.w bersabda ;
"Ya Jibril sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari umatku yang akan masuk ke dalam Neraka?"

Jawabnya ;
'Ya , iaitu orang yang berdosa besar dari umatmu.'

(Kitab Tanbihul Ghafilin Jilid 1&2 )


No comments:

Post a Comment